Akhlak


Pengertian dan Ruang Lingkup Akhlak

            Di dalam Al-Qur’an terdapat kata ihsan yang artinya berbuat kebajikan atau kebaikan (antara lain pada surat an-Nahl 16:90) dan kebaikan (pada surat ar-Rahman 55:60). Baik kebajikan maupun kebaikan rapat hubungannya dengan akhlak.

Kata akhlak berasal dari kata khilqun, yang mengandung segi-segi persesuaian kata khaliq dan makhluq. Dari sinilah asal perumusan ilmu akhlak yang merupakan koleksi ugeran yang memungkinkan timbulnya hubungan yang baik antara makhluk dan Khalik serta antara makhluk dengan makhluk lain.

Menurut definisi yang dikemukakan oleh Al-Ghazali, akhlak adalah; suatu sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia) yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang mudah dilakukan, tanpa terlalu banyak pertimbangan dan pemikiran yang lama. Maka jika sifat tersebut melahirkan suatu perbuatan atau tindakan yang terpuji menurut ketentuan akal dan norma agama, dinamakan akhlak yang baik. Tetapi manakala ia melahirkan perbuatan yang jahat, maka dinamakan akhlak yang buruk.

Kata dalam bahasa Indonesia yang lebih mendekati maknanya dengan akhlak adalah budi pekerti. Baik budi pekerti maupun akhlak mengandung makna yang ideal, tergantung pada pelaksanaan atau penerapannya melalui tingkah laku yang mungkin positif, mungkin negatif, mungkin baik atau buruk.

Implementasi Akhlak dalam Kehidupan Bersama

  • Akhlak terhadap Allah (Khalik) antara lain adalah :
  1. Al-Hubb, yaitu mencintai Allah melebihi cinta kepada apa dan siapapun juga dengan mempergunakan firman-Nya dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan kehidupan. Kecintaan kita kepada Allah diwujudkan dengan cara melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
  2. Al-Raja, yaitu mengharapkan karunia dan berusaha memperoleh keridaan Allah.
  3. As-Syukr, yaitu mensyukuri nikmat dan karunia Allah.
  4. Qana’ah, yaitu menerima dengan ikhlas semua kada dan kadar Ilahi setelah berikhtiar maksimal.
  5. Memohon ampun hanya kepada Allah.
  6. At-Taubat, bertaubat hanya kepada Allah. Taubat yang paing tinggi adalah taubat nasuha yaitu taubat benar-benar taubat, tidak lagi melakukan perbuatan sama yang dilarang Allah.
  7. Tawakkal (berserah diri) kepada Allah.
  • Akhlak terhadap Makhluk :
    • Akhlak terhadap Rasulullah (Nabi Muhammad), antara lain :
  1. Mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua sunnahnya.
  2. Menjadikan Rasulullah sebagai idola, suri teladan dalam hidup dan kehidupan.
  3. Menjalankan apa yang disuruh-Nya, tidak melakukan apa yang dilarang-Nya.
  • Akhlak terhadap Orang tua (birrul walidain) :
  1. Mencintai mereka melebihi cinta kepada kerabat lainnya.
  2. Merendahkan diri kepada keduanya diiringi perasaan kasih sayang.
  3. Berkomunikasi dengan orang tua dengan khidmat, mempergunakan kata-kata lemah lembut.
  4. Berbuat baik kepada ibu-bapak dengan sebaik-baiknya, dengan mengikuti nasehat baiknya, tidak menyinggung persaaan dan menyakiti hatinya, membuat ibu-bapak ridha.
  5. Mendo’akan keselamatan dan keampunan bagi mereka kendatipun seorang atau kedua-duanya telah meninggal dunia.
  • Akhlak terhadap Diri Sendiri :
  1. Memlihara kesucian diri.
  2. Menutup aurat (bagian tubuh yang tidak boleh kelihatan, menurut hukum dan akhlah Islam).
  3. Jujur dalam perkataan dan berbuat ikhlas dan rendah hati.
  4. Malu melakukan perbuatan jahat.
  5. Menjauhi dengki dan menjauhi dendam.
  6. Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain.
  7. Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia.
  • Akhlak terhadap Keluarga, Karib Kerabat :
  1. Salin membina rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.
  2. Saling menunaikan kewajiban untuk memperoleh hak.
  3. Berbakti kepada ibu-bapak.
  4. Mendidik anak-anak dengan kasih sayang.
  5. Memelihara hubungan silahturrahim dan melanjutkan silaturrahim yang dibina orang tua yang telah meninggal.
  • Akhlak terhadap Tetangga :
  1. Saling mengujungi.
  2. Saling bantu di waktu senang lebih-lebih tatkala susah.
  3. Saling beri-memberi, saling hormat-menghormati.
  4. Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan.
  • Akhlak terhadap Masyarakat :
  1. Memuliakan tamu.
  2. Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyaralat bersangkutan.
  3. Saling tolong menolong dalam melakukan kebajikan dan takwa.
  4. Menganjurkan anggota masyarakat termasuk diri sendiri berbuat baik dan mencegah diri sendiri dan orang lain melakukan perbuatan jahat.
  5. Memberi makan fakir miskin dan berusaha melapangkan hidup dan kehidupannya.
  6. Bermusyawarah dalam segala urusan mengenai kepentingan bersama.
  7. Mentaati putusan yang telah diambil.
  8. Menunaikan amanah dengan jalan melaksanakan kepercayaan yang diberikan seseorang atau masyarakat kepada kita.
  9. Menepati janji.
  • Akhlak terhadap Lingkungan hidup :
  1. Sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.
  2. Menjaga dan memanfaatkan alam terutama hewani dan nabati, fauna dan flora yang sengaja diciptakan Tuhan untuk kepentingan manusia dan makhluk lainnya.
  3. Sayang pada sesamam makhluk.
Iklan

About encuheryanto

Terkadang seseorang itu terlalu sering membicarakan hal yang tidak beguna bagi dirinya .

Posted on Oktober 22, 2012, in Pengetahuan Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: